Postingan

Rumah Ibuk

Gambar
Menulis tentang aku lewat sudut pandangku entah kenapa adalah yang paling sulit tapi juga yang paling aku ingin tulis. Seperti sudah banyak coretan  “pakek pensil” di satu buku yang sama bercerita tentang aku. Tapi selalu sama nasibnya , stuck. Paling banyak hanya di dua paragraf. “Kenapa ya?” Dalam hobiku  alias ndomblong  aku “mbatin” (hobiku juga). Ternyata merefleksi diri sendiri  tidak semudah mengevaluasi  seberapa berhasil metode yang kita gunakan dan korelasinya dengan pencapaian peserta pelatihan apalah itu. Merefleksi diri  berarti sekaligus melihat seberapa jauh kamu “sadar” atas nafas dan kaki yang ada padamu sejatinya untuk apa-selama ini. Oke, aku coba selesaikan dalam satu kali duduk saat siang mendung yang menjadi latar jogja sekarang. Sekarang, aku sedang mengambil jeda dari semua evolusi dan revolusi yang terus bergerak pun aku menjeda. Refleksi kali ini lebih ke bersyukurku karena Tuhan jadikan ibuk coach dalam hidupku. Dari seki...

judul semua postingan

Gambar
ini catatan tentang hikmah yang kata guruku tak ada bukunya, tak ada teori pastinya, dan aku mengamininya. ini catatan atas syukurku untuk hikmah hikmah yang dihadirkan karena aku meminta dan Tuhan menyayangiku. perihal yang diberi tidak baik menurut manusia, semoga aku, pun kamu tetap konsisten untuk terus menebar dan belajar bab syukur yang memang tak selesai sampai nanti tempat peristirahatan benar benar di lubang tanah yang itu. catatan ini berwajah seribu. tapi bukan berarti bertopeng. catatan ini bisa terasa hangat. tapi bisa membekukan sekalipun. bisa seolah menjadi magis. pun dengan sesuatu yang mistis.