"MERAWAT KEWARASAN"
Aku yang mulai lebur dengan aku yang lain. Terhitung setelah purna dari amanah ranting teduh yang terlanju rakujadikan rumah kedua sejak pertama kenal dengannya. Sekarang juga masih sama, pun aku tidak ‘menginap’ di sana. Aku penghuni dalam kenang yang mendarah daging. Tentang ranting teduh itu, aku tidak ingin bercerita panjang lewat tulisan.Percuma, tidak akan pernah bisa aku hatamkan. Dibersamai dan membersamai sejak aku belum paham tentang kaki yang bukan hanya untuk berdiri sampai aku sekarang yang merasa mati kalau tanpa langkah. Berumah di ranting teduh yang itu, aku tersiram berbagai macam “air” yang dengan senang hati aku telan banyak-banyak. Aku kenyang makan ideologi yang jadi nutrisi untuk mendarah daging. Walaupun “makanan” ku tidak hanya dari “ranting” itu. Aku doyan semuanya. Yang “manis”, yang “asin”, bahkan yang “asam”.Seluruhnya sudah pernah kucicipi. Pun belum semuanya. T...