Rumah Ibuk
Menulis tentang aku lewat sudut pandangku entah kenapa adalah yang paling sulit tapi juga yang paling aku ingin tulis. Seperti sudah banyak coretan “pakek pensil” di satu buku yang sama bercerita tentang aku. Tapi selalu sama nasibnya , stuck. Paling banyak hanya di dua paragraf. “Kenapa ya?” Dalam hobiku alias ndomblong aku “mbatin” (hobiku juga). Ternyata merefleksi diri sendiri tidak semudah mengevaluasi seberapa berhasil metode yang kita gunakan dan korelasinya dengan pencapaian peserta pelatihan apalah itu. Merefleksi diri berarti sekaligus melihat seberapa jauh kamu “sadar” atas nafas dan kaki yang ada padamu sejatinya untuk apa-selama ini. Oke, aku coba selesaikan dalam satu kali duduk saat siang mendung yang menjadi latar jogja sekarang. Sekarang, aku sedang mengambil jeda dari semua evolusi dan revolusi yang terus bergerak pun aku menjeda. Refleksi kali ini lebih ke bersyukurku karena Tuhan jadikan ibuk coach dalam hidupku. Dari seki...